Garut, 03
Agustus 2026 – Suasana pertandingan cabang olahraga bola voli dalam ajang
Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Atingkat KKMI 4 Garut berlangsung penuh
semangat dan kebersamaan. Tidak hanya para atlet yang berjuang menampilkan
permainan terbaiknya, tetapi juga para suporter yang menghadirkan energi
positif dari pinggir lapangan. Momen yang paling menyita perhatian adalah
hadirnya dukungan luar biasa dari siswa-siswi Kelas VI MIN 4 Garut kepada tim
bola voli MIS AR-RAUDHOTUN NUR. Sorak sorai dan tepuk tangan yang mereka
berikan menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan antarmadrasah jauh lebih
besar daripada sekadar persaingan dalam sebuah perlombaan.
Dukungan
tersebut datang dari Bilkis Nur Padilah, Nahla Nurul Aulia, Zahra Anisa
Ramdania, Jasmine Rizkia Putri, Nadia Maulidatu Husna, Ai Rahmawati, Raisa Situ
Khalifah, Khansa Saniyah, Nilna Salasila Cahaya Hisna, Fakhira Fauziyyah Aprilia,
Azzalea Zalfa Humaira, Jasmine Aulia, Azwa Saprina Aprilia, Regina Salma
Ramadhani, Diva Puspita Dewi, Hayla Rizky Junisa Marwah, Naura Rahma Humaira,
Meysa Nur Khaofiffah, Malika Khansa Sakila, Erlita Fakhira Salsabila, Putri
Intan H., Husnul Khoirun Nisa, Amalia Nurhasanah, Mutiara Silva Sania, Ayu
Cantika Rojabiyah, Syahla Azahawa, dan Yuliani Rahmadani. Kehadiran mereka di
tribun penonton menghadirkan suasana yang hangat, penuh semangat, dan sarat
dengan nilai sportivitas. Mereka memberikan tepuk tangan, yel-yel penyemangat,
hingga apresiasi atas setiap perjuangan yang ditunjukkan para atlet di
lapangan.
Menurut para
siswa tersebut, dukungan yang mereka berikan lahir dari ketulusan hati, bukan
karena adanya paksaan ataupun intimidasi dari pihak mana pun. Mereka
menyampaikan bahwa semangat mendukung sesama pelajar merupakan bentuk
kebahagiaan ketika melihat teman-teman mereka mampu menunjukkan kemampuan
terbaiknya. "Kami mendukung karena hati, bukan karena paksaan apalagi ada
intimidasi dari pihak lain. Kami senang jika melihat teman kami berhasil dan
meraih juara," ungkap mereka secara kompak. Pernyataan tersebut menjadi
gambaran bahwa nilai-nilai persaudaraan, empati, dan sportivitas telah tumbuh
dengan baik di kalangan peserta didik. Mereka memahami bahwa kemenangan akan
terasa lebih bermakna apabila diraih dalam suasana yang saling menghormati dan
saling memberikan motivasi.
Senada dengan
hal tersebut, Koordinator Lomba MIS AR-RAUDHOTUN NUR, Insan Faisal Ibrahim,
S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan yang diberikan
oleh siswa-siswi MIN 4 Garut. Menurutnya, semangat seperti inilah yang
seharusnya terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. Kompetisi bukanlah
ajang untuk menumbuhkan permusuhan, melainkan menjadi ruang untuk belajar,
mengembangkan potensi, serta mempererat tali persaudaraan. Ia menegaskan bahwa
sudah seharusnya antarsiswa saling mendukung satu sama lain tanpa harus melihat
label madrasah negeri ataupun swasta. "Kita semua adalah pelajar Indonesia
yang memiliki tujuan yang sama, yaitu belajar, berkembang, dan menjadi generasi
yang berakhlak mulia. Perbedaan status madrasah bukanlah alasan untuk saling
menjatuhkan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,"
ujarnya.

Momen
kebersamaan yang tercipta dalam pertandingan tersebut menjadi contoh nyata
bahwa pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun keberhasilan
meraih medali, tetapi juga dari tumbuhnya karakter peserta didik. Dukungan yang
diberikan siswa MIN 4 Garut kepada MIS AR-RAUDHOTUN NUR menunjukkan bahwa nilai
persatuan, toleransi, persahabatan, dan sportivitas dapat diwujudkan dalam
tindakan sederhana, yaitu memberikan semangat kepada sesama pelajar. Semoga
semangat positif ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh madrasah di Kabupaten
Garut bahkan di berbagai daerah lainnya, sehingga setiap ajang kompetisi tidak
hanya melahirkan para juara, tetapi juga melahirkan generasi muda yang
menjunjung tinggi persaudaraan, saling menghargai, serta mampu menjadi teladan
dalam membangun persatuan bangsa melalui dunia pendidikan.
x
0 Komentar