Selamat Datang di website Resmi Madrasah Hebat Bermartabat. Di era transformasi digital ini, Madrasah Hebat Bermartabat hadir dengan wajah baru melalui platform informasi yang lebih interaktif

Penyaluran Mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Yuk Peduli dan KKN UNIGA Kelompok 16 Hadirkan Semangat Baru bagi Program Tahfidz MIS Ar-Raudhotun Nur

Garut, 2 September 2026 — Program kolaborasi antara Yayasan Yuk Peduli dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Garut (UNIGA) Kelompok 16 Desa Pamalayan kembali menghadirkan kegiatan sosial-keagamaan melalui penyaluran Mushaf Al-Qur’an kepada sejumlah titik penerima manfaat. Salah satu lokasi yang mendapatkan penyaluran tersebut adalah MIS Ar-Raudhotun Nur, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Penyaluran ini menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Penyaluran Mushaf Al-Qur’an tersebut disambut positif oleh pihak MIS Ar-Raudhotun Nur. Terpilihnya madrasah sebagai salah satu penerima dinilai sangat relevan dengan arah pengembangan pendidikan yang selama ini dijalankan, khususnya melalui Program Unggulan Tahfidz Al-Qur’an. Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik, tidak hanya dalam aspek kemampuan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga dalam membangun kebiasaan membaca, memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Program penyaluran Mushaf Al-Qur’an ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara lembaga sosial dan mahasiswa KKN dalam menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Mahasiswa KKN UNIGA Kelompok 16 Desa Pamalayan tidak hanya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program yang memiliki keberlanjutan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Yuk Peduli dalam mendistribusikan Mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat dan lembaga pendidikan yang dinilai membutuhkan serta memiliki program yang mendukung pemanfaatan Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Adi M. Rizki, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Garut yang juga menjadi Penanggung Jawab Program Penyaluran Mushaf Al-Qur’an, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di lima titik lokasi. MIS Ar-Raudhotun Nur menjadi salah satu lokasi yang dipilih karena memiliki lingkungan pendidikan yang memberikan perhatian terhadap pembinaan keagamaan dan pengembangan kemampuan peserta didik dalam bidang Al-Qur’an. “Penyaluran Mushaf Al-Qur’an ini terbagi menjadi lima titik lokasi dan salah satunya adalah MIS Ar-Raudhotun Nur. Kami melihat madrasah ini sangat tepat menjadi salah satu penerima karena dalam proses pendidikannya menyisipkan nilai-nilai agama dan memiliki program Tahfidz Al-Qur’an. Jadi, kami berharap mushaf yang disalurkan tidak hanya menjadi bantuan secara fisik, tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kegiatan pembelajaran maupun program tahfidz di madrasah,” ujar Adi M. Rizki.

Menurut Adi, keberadaan Mushaf Al-Qur’an yang memadai merupakan salah satu faktor pendukung dalam menciptakan suasana belajar Al-Qur’an yang lebih baik. Ketersediaan mushaf di lingkungan madrasah diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam melaksanakan kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Terlebih, Program Tahfidz di MIS Ar-Raudhotun Nur memiliki target yang jelas dalam mendorong peserta didik untuk meningkatkan kemampuan hafalannya secara bertahap. “Harapan kami, dengan tersalurkannya Al-Qur’an ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk lebih giat membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kami juga berharap bantuan ini bisa menjadi salah satu pendukung bagi target madrasah, yaitu para siswa mampu menghafal lima juz dalam kurun waktu satu tahun. Tentunya target tersebut membutuhkan proses, kedisiplinan, pendampingan guru, dan semangat dari siswa. Mudah-mudahan keberadaan mushaf ini dapat menjadi bagian kecil yang ikut menguatkan proses tersebut,” lanjut Adi.

Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, penyaluran Mushaf Al-Qur’an tersebut bukan sekadar bantuan berupa sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral terhadap upaya madrasah dalam membangun budaya Qur’ani. Pendidikan Al-Qur’an di lingkungan madrasah diupayakan berjalan beriringan dengan pendidikan akademik, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan umum, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat. Kehadiran mushaf baru diharapkan dapat semakin memperkuat aktivitas pembelajaran Al-Qur’an yang selama ini telah menjadi bagian dari keseharian siswa.

Susi Nuraisyah, S.Pd.I selaku Guru Kelas I MIS Ar-Raudhotun Nur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian Yayasan Yuk Peduli bersama Mahasiswa KKN UNIGA Kelompok 16 Desa Pamalayan yang telah memilih madrasah sebagai salah satu penerima Mushaf Al-Qur’an. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan semangat dalam mempelajari dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Yuk Peduli dan Mahasiswa KKN UNIGA Kelompok 16 Desa Pamalayan yang telah memberikan Mushaf Al-Qur’an kepada MIS Ar-Raudhotun Nur. Bagi kami, ini bukan hanya tentang menerima mushaf, tetapi juga tentang mendapatkan dukungan untuk terus meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an di madrasah. Semoga mushaf ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak dalam kegiatan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur’an,” ungkap Susi Nuraisyah, S.Pd.I.

Susi juga berharap kolaborasi yang terjalin melalui program tersebut dapat memberikan inspirasi bagi peserta didik untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan yang mendukung, baik di madrasah maupun di rumah. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan pendampingan dari guru, siswa diharapkan memiliki pengalaman belajar Al-Qur’an yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan positif yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Penyaluran Mushaf Al-Qur’an ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, lembaga sosial, dan lembaga pendidikan dapat menghadirkan program yang memiliki nilai manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat melahirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung penguatan pendidikan di tingkat lokal.

Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, bantuan tersebut menjadi tambahan energi untuk terus mengembangkan Program Unggulan Tahfidz Al-Qur’an. Target hafalan lima juz dalam satu tahun diharapkan dapat dicapai melalui proses yang terarah, konsisten, dan didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif. Lebih dari sekadar capaian jumlah hafalan, program tersebut diarahkan agar peserta didik memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an serta mampu menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari pembentukan akhlak dan karakter.

Melalui penyaluran Mushaf Al-Qur’an ini, semangat membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an diharapkan semakin tumbuh di lingkungan MIS Ar-Raudhotun Nur. Sinergi antara Yayasan Yuk Peduli, Mahasiswa KKN UNIGA Kelompok 16 Desa Pamalayan, dan pihak madrasah menjadi langkah positif dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan. Mushaf yang disalurkan diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah bantuan, tetapi terus hidup dalam aktivitas membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an oleh para peserta didik.


Kontributor : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

Satuan Kerja : MIS AR-RAUDHOTUN NUR


0 Komentar

Mau Kegiatan Madrasah / RA  Anda di di publikasikan di website www.madrasahebat.com ? silahkan kirim artikel dan foto kegiatannya melalui email: admin@madrasahebat.com



Yuk join di Forum Group Discussion Madrasah Hebat Bermartabat

Gabung sesuai kebutuhan & dilarang Spam